Malili — Setiap malam Jumat, Masjid Kubah Malili kembali menjadi pusat kehangatan dan harapan. Setelah rangkaian Yasinan rutin, para jemaah menyaksikan momen yang selalu dinanti: kegiatan berbagi kepada anak-anak yang hadir di lingkungan masjid.
Tradisi ini sederhana, tetapi maknanya besar. Senyum anak-anak merekah setiap kali mereka menerima uang , menunjukkan betapa kuatnya pesan kepedulian yang ditanamkan. Tak sedikit orang tua yang mengatakan bahwa kegiatan ini membuat anak-anak semakin rajin datang ke masjid dan mulai mencintai kegiatan keagamaan sejak dini.
, seluruh kegiatan berbagi ini terlaksana berkat seorang donatur tunggal , konsistensi donasi tersebut membuat program ini berjalan tanpa putus dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.
pengurus Masjid Kubah Malili menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal memberi, tetapi mendidik anak-anak tentang nilai keberkahan, kebersamaan, dan cinta pada rumah ibadah. “Anak-anak ini adalah penerus kita. Kalau sejak kecil mereka merasakan hangatnya masjid, kelak mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang dekat dengan iman dan amal,” ujarnya.
Warga menilai Masjid Kubah Malili patut menjadi contoh bagi masjid-masjid lain. Tradisi berbagi setiap malam Jumat terbukti bukan hanya menghidupkan suasana ibadah, tetapi juga mengikat hubungan sosial yang lebih kuat antarwarga.
Di tengah zaman yang serba cepat ini, Masjid Kubah Malili mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak perlu menunggu besar—cukup dilakukan dengan hati yang tulus, dan hasilnya bisa membekas sepanjang generasi.


Tinggalkan Balasan