Lutim .Menyusul menggelembungnya harga tabung gas elpiji dan bahan bakar Pertalite di wilayah Malili akibat keterlambatan distribusi, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindak) Kabupaten Luwu Timur bersama pihak Kantor Kecamatan Malili kembali turun ke lapangan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terkait lonjakan harga di tingkat pengecer, yang dinilai memberatkan warga, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Dalam kegiatan ini, tim gabungan turut didampingi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Timur guna memastikan sosialisasi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Sosialisasi difokuskan pada pemahaman aturan pendistribusian dan harga eceran tertinggi (HET) tabung gas elpiji subsidi serta penjualan Pertalite sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Petugas juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi keterlambatan distribusi untuk menaikkan harga secara sepihak.
Pihak koperindak menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang aktivitas penjualan, namun menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi agar stabilitas harga tetap terjaga dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Satpol PP dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta pengawasan persuasif, sebagai langkah pencegahan agar potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini.
Pemerintah daerah berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat dan pelaku usaha dapat memahami kondisi distribusi yang terjadi, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kepatuhan terhadap aturan, demi terciptanya stabilitas dan keadilan harga di Kabupaten Luwu Timur.


Tinggalkan Balasan