malili lutim.Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai mencuat setelah beredarnya informasi bahwa harga Pertalite di tingkat pengecer melonjak hingga mencapai Rp20 ribu per liter. Kondisi ini memicu reaksi dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag).

Kepala Dinas Koperindag, Senpri Oktafianus, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik penjualan BBM eceran yang melebihi batas harga yang dianggap wajar. Ia menyampaikan peringatan keras kepada para pengecer agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah keresahan masyarakat.

Menurutnya, harga Pertalite di tingkat pengecer tidak boleh melampaui kisaran Rp13 ribu per liter. Jika masih ditemukan pedagang yang menjual di atas harga tersebut, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Mulai besok kami akan melakukan tindakan nyata. Jika masih ada pengecer yang kedapatan menjual Pertalite di atas harga Rp13 ribu, maka kami akan memberikan sanksi tegas,” ujar Senpri.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Koperindag telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan serta memberikan teguran kepada para penjual eceran. Langkah ini dilakukan setelah viralnya informasi di media sosial terkait lonjakan harga Pertalite di tingkat pengecer yang mencapai Rp20 ribu per liter.

Senpri menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin masyarakat dirugikan akibat permainan harga yang tidak wajar. Oleh karena itu, pengawasan akan terus diperketat agar distribusi BBM tetap berjalan normal dan harga di tingkat pengecer tetap terkendali.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan penjualan BBM eceran dengan harga yang tidak sesuai, sehingga pemerintah dapat segera mengambil tindakan.

Jika praktik tersebut masih ditemukan, Dinas Koperindag memastikan ancaman sanksi yang disampaikan akan benar-benar direalisasikan demi melindungi kepentingan masyarakat.

dan di harapakan kepada masyarakat untuk tidak panik buying akan isyu isyu yang beredar terkait selat hormus senpri   menegaskan bahwa kuota untuk pasokan luwu timur masih aman