MALILI – Kelangkaan dan tingginya kebutuhan gas elpiji 3 kilogram kembali memicu kepanikan warga. Antrean panjang yang terjadi di halaman Kantor Kelurahan Malili pada saat pendistribusian tabung gas subsidi sempat diwarnai kericuhan akibat membludaknya masyarakat yang ingin mendapatkan jatah LPG 3 kilogram.
Sejak pagi hari, ratusan warga terlihat memadati lokasi penyaluran. Mereka rela mengantre berjam-jam dengan membawa tabung kosong demi memastikan kebutuhan rumah tangga mereka dapat terpenuhi. Namun, tingginya jumlah warga yang datang tidak sebanding dengan kecepatan pelayanan sehingga suasana sempat memanas.
Di tengah antrean yang semakin panjang, beberapa warga terlihat saling beradu argumen karena merasa antrean tidak lagi tertib. Sebagian warga mengeluhkan adanya masyarakat yang diduga mencoba menyerobot barisan, sementara yang lain khawatir kehabisan stok setelah menunggu sejak pagi.
Petugas kelurahan bersama aparat keamanan yang berada di lokasi berupaya menenangkan warga dan mengatur kembali jalannya antrean agar distribusi dapat berjalan lancar. Setelah dilakukan penertiban, situasi berangsur kondusif dan proses penyaluran gas kembali dilanjutkan.
Fenomena antrean panjang ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap LPG subsidi. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Malili juga beberapa kali menghadapi keluhan terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas melon sehingga pemerintah daerah bersama instansi terkait kerap melakukan pemantauan hingga sidak ke pangkalan-pangkalan LPG
Sejumlah warga berharap distribusi LPG subsidi dapat dilakukan lebih merata dan terjadwal sehingga tidak lagi menimbulkan kepadatan antrean yang berpotensi memicu keributan. Mereka juga meminta agar kuota yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga persoalan kelangkaan tidak terus berulang.
“Kami hanya ingin mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak di rumah. Mudah-mudahan ke depan distribusinya lebih tertata agar masyarakat tidak perlu berdesakan seperti ini,” ungkap salah seorang warga yang ikut mengantre.
Meski sempat diwarnai ketegangan, penyaluran LPG 3 kilogram di Kantor Kelurahan Malili akhirnya dapat berlangsung hingga selesai dengan pengawasan petugas setempat. Situasi kembali normal setelah warga mendapatkan penjelasan terkait mekanisme pembagian dan ketersediaan stok gas subsidi.


Tinggalkan Balasan