MALILI – Insiden dugaan penganiayaan terjadi di Pasar Sentral Malili, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu pagi sekitar pukul 08.10 WITA. Peristiwa ini diduga dipicu persoalan tagihan air yang berujung cekcok antara korban dan pelaku.

Korban diketahui bernama Fajar (22), seorang pekerja swasta yang berdomisili di Jalan Durian, Desa Baruga, Kecamatan Malili. Sementara terduga pelaku adalah Muh. Nur (47).

Berdasarkan kronologis awal yang dihimpun, kejadian bermula saat korban tengah menjual buah kelapa di Pasar Sentral Malili. Tiba-tiba pelaku mendatangi korban dan mempertanyakan terkait pipa air PDAM yang dipasangi keran pembatas oleh korban.

Diduga karena merasa jawaban korban tidak masuk akal, pelaku tersulut emosi dan langsung memukul korban menggunakan tangan kosong. Namun pukulan tersebut berhasil ditangkis oleh korban. Dalam situasi tegang itu, korban sempat mengambil buah kelapa dagangannya dan hendak membalas dengan memukul pelaku.

Situasi semakin memanas ketika pelaku mencabut senjata tajam jenis badik yang diselipkan di pinggangnya, lalu mencoba menusuk korban sebanyak dua kali. Serangan tersebut berhasil ditangkis, namun salah satu tusukan sempat mengenai bagian jidat korban.

Tak berhenti di situ, pelaku yang masih dalam kondisi emosi kembali mencoba menusuk korban. Aksi tersebut kembali berhasil ditangkis hingga korban terjatuh. Saat korban berada di posisi terjatuh, pelaku kembali menikam dan mengenai kaki kiri korban, tepatnya di bagian dekat pergelangan kaki, sehingga menyebabkan luka tusukan yang cukup dalam.

Aparat kepolisian dari Polsek Malili yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku. Saat ini, Muh. Nur telah diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Polsek Malili untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian perkara guna mendalami motif dan memastikan kronologi secara menyeluruh.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga pasar dan diharapkan menjadi pelajaran agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa kekerasan. Proses penyelidikan masih terus berjalan.